Minggu, 22 September 2013

What Is "TEMPOYAK"?

  
Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri). Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.
Citarasa dari Tempoyak adalah masam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia (terutama di Palembang, Lampung dan Kalimantan), serta Malaysia. Di Palembang sendiri, makanan ini dimakan bersamaayam. Di Lampung, Tempoyak menjadi bahan dalam hidangan Seruit atau campuran dalam sambal.

Tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyiberkunjung ke Terengganu (sekitar tahun 1836), ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak.Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu Indonesia (antara lain Palembang, Lampung dan Kalimantan) dan Malaysia.Sejarah tempoyak

Cara pembuatan

Adonan tempoyak dibuat dengan cara menyiapkan daging durian, baik durian lokal atau maupun durian monthong (kurang bagus karena terlalu banyak mengandung gas dan air. Durian yang dipilih diusahakan agar yang sudah masak benar, biasanya yang sudah nampak berair. Kemudian daging durian dipisahkan dari bijinya, setelah itu diberi sedikit garam. Setelah selesai, lalu ditambah dengan cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan memengaruhi rasa akhir.
Setelah proses di atas selesai, adonan disimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Diusahakan untuk disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezer-nya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat.
Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah asam namun masih ada rasa manisnya. Sambal tempoyak biasanya dipadukan dengan ikan Teri, ikan mas, ikan mujair ataupun ikan-ikan lainnya.

Bukit Telunjuk & Misterinya

Bukit Telunjuk Lahat, Sumatera, Indonesia


https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2Fpanduanwisata.com%2Ffiles%2F2013%2F07%2Fselero.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*
Dinamakan Bukit Telunjuk, karena bentuk gunung tersebut menyerupai jari yang menunjuk kearah langit. itulah keunikan dari bukit tersebut, selain itu, disekitar bukit mengalir air sungai yang sangat jernih sehingga menambah keindahan alam disekitar bukit.
Bukit Serelo terletak sekitar 20 km dari kota Lahat. Penduduk setempat menyebutnya Bukit Tunjuk (sebagian menyebutnya sebagai gunung Jempol, padahal cuma terlihat seperti bukit, aneh), karena bentuk puncaknya yang mirip telunjuk yang mencuat ke langit.
Jika anda bepergian dari Muara Enim, menjelang 20 km memasuki kota Lahat, bukit itu terlihat jelas di sebelah kiri. Dibawahnya terdapat sebuah kompleks untuk menjinakkan, melatih, dan mendidik gajah. Sekitar 40 ekor sudah dijinakkan di tempat ini, namun baru sebagian yang dapat diandalkan untuk para pengunjung. Anda dapat juga membuat foto dengan gajah-gajah itu. Tinggal berikan tip sebesar Rp. 5.000,- kepada pawang dan anda dapat berpose sepuasnya. Tidak menjadi soal apakah anda akan memotret untuk 1 roll film atau slide. Tetapi jangan lupa memberikan hadiah kepada gajah-gajah itu, berupa gula-gula, kacang dan sebagainya.
Dibeberapa tempat di bawah bukit terdapat beberapa tempat untuk berkemah atau rekreasi. Para pramuka dan anak-anak muda acapkali mengunjungi tempat-tempat itu. Ada sebuah sungai kecil dengan air yang jernih dan belum tercemar yang dapat menyegarkan anda.

Pagar alam sudah terkenal dengan tanaman padi dan tanaman yang lain nya dan gengan air di sawah.


Sejauh mata memandang, hijau dan ada itik yang mencari makan di lumpur. Sebelum memasuki kawasan ini, kita akan melihat gunung telunjuk yang telah melihat kedatangan kita dari kejauhan. Untuk mengambil gambar ini cukup sulit, karna harus menyebrangi jalan agar hasilnya bagus dan gunungnya terlihat.




MITOS : ini boleh dibilang aneh tapi nyata. Entah kenapa jarang sekali atau sulit sekali mengambil foto gunung telunjuk atau sering orang lahat bilang gunung jempol mistis nya sekira nya sudah di foto atau sudah pas posisi foto nya kadang suka tidak ada gambarnya di layar handphone atau kamera. Ya boleh percaya boleh ga nama nya juga mitos.
Ada sebuah mitos mengenai bukit telunjuk yang saya dengar dari nenek saya. Dia berkata bahwa untuk mengambil gambar gunung telunjuk tidak semudah mengambil gambar pemandangan alam lainnya. Karena setiap kali mata mengarah ke bidikan kamera, pasti tak berapa lama gambar itu akan hilang gambarnya dari memmory kamera.







Ada orang yang menamai gunung ini dengan sebutan gunung telunjuk, tapi lebih banyakan yang menyebutnya gunung jempol. Dah, nggak usah dipermasalahkan, yang penting keduanya adalah nama-nama jari.





Memasuki kawasan ini tidaklah mudah. Kita harus melewati jurang-jurang di kanan dan kiri jalan. Semakin ke atas, tikungan semakin tajam. Ada beberapa tikungan yang kelokannya 90 derajat. Subhanallah, serasa melewati tikungan kematian walau kita tidak tahu kematian itu kapan datangnya. Kita harus hati-hati melewatinya karena yang kita lewati adalah lereng-lereng gunung yang curam. Seringkali mobil yang kita tumpangi berpapasan dengan mobil orang lain yang hendak menuju Pagar Alam. Ada sensasi mengejutkan dan menakutkan. Disanalah bayang-bayang kematian seolah menari di depan mata, namun Allah ingin memperlihatkan kuasanya dalam keindahan Pagar Alam.



Pagar Alam, kabupaten di Sumatera Selatan yang terkenal dengan alamnya yang indah dan ciri khas dingin cuacanya. Ketika kami mulai memasuki daerah ini, kami sudah disambut dengan udara dingin yang sejuk. Cuaca di Bandung hampir sama dengan dinginnya udara disana. Sayangnya, air di bandung kalah dingin dengan air di Pagar Alam. Bedanya, di Pagar Alam bannyak sekali pohon-pohon yang begitu indah dan asri.



Sedikit cerita rakyat yang konon pada suatu hari, di sebuah desa tinggallah seorang ibu dan anak. Ibu dan anak itu hidup dengan miskin. Si anak suka melawan orang tua dan anak itu juga setiap hari hanya ingin makan kalau lauknya ikan. Ibunya pun setiap hari juga pergi ke sungai untuk memancing ikan.



Tapi, lama-kelamaan ikan di sungai itu habis, karena setiap hari selalu ditangkap. Sang ibu pun berkata pada anaknya “anakku, ikan di sungai telah habis. Bagaimana bila kamu tidak usah makan ikan lagi?”. Anak itu pun menjawab “ibu, aku tidak mau makan kalau bukan selain ikan!”. Ibunya pun bingung, dengan tingkah anakanya itu yang hanya mau memakan ikan. Karena bingung ibu itu masuk ke dalam hutan. Dan berkata lah ibu itu di dalam hutan dengan sedih “ya Tuhan, mengapa anakku tidak makan yang lain selain ikan? Sedangkan ikan di sungai itu telah hampir habis. Seandainya aku bisa jadi gunung telunjuk, aku ingin supaya anak ku melihat ku sebagai sebuah gunung”.



Permohonan ibu itu terkabul. Saat itu juga sang ibu menjadi sebuah gunung, dan bentuk gunung itu pun seperti jari telunjuk. Di rumah anak itu pun mencari ibunya kemana-mana, hingga akhirnya dia masuk ke dalam hutan. Dia menemukan sebuah gunung yang berbentuk telunjuk, dan telunjuk itu mengarah kepada anak itu. Anaknya itu pun akhinya sadar bahwa gunung itu adalah ibunya. Karena pada gunung itu ada benda milik ibunya. Anak itu hanya bisa menangis dan berteriak “ibu.. kenapa ibu menjadi sebuah gunung” sambil membenturkan kepala nya ke pohon. Akhirnya anak itu pun mati dan ibunya tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena telah menjadi gunung telunjuk.

Jumat, 20 September 2013

12 AIR TERJUN TERTINGGI DI INDONESIA

Air terjun, atau bagi penduduk Jawa disebut curug, menjadi salah satu destinasi wisata favorit. Pesona yang ditawarkan oleh tercurahnya jutaan kubik air dari ketinggian merupakan pemandangan yang mengagumkan.

Ada banyak lokasi wisata air terjun di negeri ini, 12 di antaranya terangkum di bawah ini karena termasuk dalam air terjun yang tinggi.


12. Air terjun Grojogan Sewu (81 meter)
Terletak di kaki Gunung Lawu (2632 mdpl), 27 km dari Kab. Karang anyar, Jawa Tengah. Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut "INTANPARI" (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas.


11. Air terjun Curug Cimahi (85 meter)


Terletak di Desa Cisarua, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.


10. Air terjun Curug Cipendok (92 meter)


Terletak di Desa Karang Tengah, kabupaten Cilingok, sekitar 25 km dari Purwokerto. Dengan ketinggian 92 meter dan dikelilingi dengan hutan alam yang indah.



9. Air Terjun Curup Tenang (99 meter)


Air terjun Curup Tenang adalah air terjun tertinggi di Sumatera Selatan, yang terletak didekat desa Bedegung, Kabupaten Tanjung Agung, sekitar 56 kilometer Selatan Kabupaten Muara Enim.


8. Air terjun Moramo (100 meter)


Terletak 65 km di sebelah timur Kendari, Air Terjun Moramo mudah diakses oleh mobil atau dengan perahu. Keunikan dari air terjun ini yakni memiliki tingkatan sebanyak 127 tingkatan setinggi 100 meter sepanjang 2 km diperbukitan dataran tinggi Sulawesi Tenggara. Dan dikelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara.


7. Air terjun Curug Citambur (100 meter)


Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.


6. Air Terjun Sedudo (105 meter)


Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, kecamatan Sawahan. sekitar 30 km dari Nganjuk. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


5. Air terjun Jarakan (115 meter)


Air Terjun Jarakan terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian dari kawasan objek wisata air terjun yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Magetan.

4. Air terjun Sipiso piso (120 meter)



Air terjun Sipisopiso adalah air terjun terjun yang terletak di dataran tinggi Sumatra Utara. Dengan ketinggian 120 meter, sekitar 25 km dari kota Kabanjahe.

3. Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)


Terletak di Ngarai Harau, 35 km dari Bukittinggi. Di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.
2. Air Terjun Madakaripura (200 meter)


Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.

1. Air terjun Sigura gura (250 meter)



Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter.

KABUPATEN MUARA ENIM


 
Moto : Serasan Sekundang 
Luas : 9.576 km persegi 
Jarak ke Ibukota Provinsi : 183 km 
Sekilas Muara Enim : Kabupaten ini terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Selatan, terdiri dari dataran rendah dan tinggi serta gugusan perbukitan Bukit Barisan. Puncak tertinggi Gunung Bepagut (2.817 meter) yang letaknya di Kecamatan Semendo yang menjadi basis pertanian di kawasan ini.

terbentuknya Kabupaten Muara Enim masih bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT),terbentuknya Kabupaten Muara Enim berawal dari sejarah yang dilakukan oleh panitia Sembilan sebagai realisasi surat Keputusan Bupati Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 26 nopember 1946, hasil karya panitia tersebut disimpulkan dalam bentuk kertas yang terdiri dari 10 Bab, dangan judul Naskah Hari Jadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah dan dan telah dikikuhkan dengan surat keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 14 Juni 1972 No. 47/Deshuk/1972.

Berdasarkan pengalian sejarah bahwa Kabupaten Muara Enim dibentuk adalah pada saat-saat sedang gigih melakukan peperangan physik melawan belanda yang beringinan untuk mengembalikan penjajah dibumi Indonesia. Dan Pada mulanya pemerintah Hindia Belanda melanjutkan politik pemerintahan dengan sistem sentralisasi yang kemudian dibawa arus etische politik yang dikambangkan sistem pemerintahan Dekasentrasi-dekasentrasi, namun demikan sistem sentralisasi tetap dipertahankan.
Dalam sistem yang samping menyamping ini kita mengenal bahwa marga-marga disepanjang Sungai Enim yaitu mulai dari semendo darat sampai ke marga tambang patang puluh bubumgan dan marga-marga sepanjang sungai lematang mulai dari tamblang ujan mas sampai ke marga sungai rotan digabungkan menjadi satu wilayah administrasi dengan nama Onder af deeling lematang ilir dengan kepala pemarintah yang disebut Controleur yang tunduk pada deeling Palembang sehe Beven landen dengan Resident berkedudukan di Lahat.

Kabupaten Muara Enim pada tahun 2013 ini telah berulang tahun yang 67 tahun, di usia yang cukup Muda masih terus membangun dan mengembangkan kabupatennya, demi kesejatraan masyrakat di kabupaten Muara Enim. 


Potensi Wisata

Objek wisata Curup Tenang
Bedegung, merupakan air terjun tertinggi di Sumatera Selatan yang terletak di desa Bedegung Kecamatan Tanjung Agung. Tingginya kurang lebih 99 meter.  Jarak dari kota Muara Enim kurang kebih 45 Km (1 jam perjalanan darat), dan dari Palembang 210 Km (3 Jam perjalanan darat). Khusus buat pengunjung dari luar kota tersedia pula penginapan di sekitar lokasi air terjun ini. 

Baru-baru ini air terjun Bedegung pun dijadikan lokasi syuting sebuah film nasional yang berjudul "Pengejar Angin". Bercerita mengenai seputar kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, dan lumayan membuat bangga warga Muara Enim dan Sumatera Selatan pada umumnya.



Objek Wisata Arung Jeram
lokasinya berdekatan dengan objek wisata air terjun Curup Tenang. Para penikmat olahraga yang menantang dapat menikmati petualangan yang seru di sepanjang Sungai Enim sebagai salah satu Sungai yang cukup besar di Sumatera Selatan. Baik untuk sekedar wisata air maupun berolahraga yang dapat memacu adrenalin. Dan jangan khawatir, para pemandu wisata Arung Jeram disini dipastikan telah cukup piawai karena telah melaksanakan pelatihan di Sungai Cicatih Sukabumi, Jawa Barat. 



Objek Wisata Candi Bumi Ayu,
 terletak di Desa Bumiayu Kecamatan Tanah Abang, jarak ke Kota Muara Enim sekitar 85 Km ditempuh dengan kendaraan darat. Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan, sampai sekarang tidak kurang 9 buah Candi yang telah ditemukan dan 4 diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Usaha pelestarian ini telah dimulai pada tahun 1990 sampai sekarang, dengan didukung oleh dana APBN. Walaupun demikian peran serta Pemerintah Kabupaten Muara Enim cukup besar, antara lain pembangunan jalan, pembebasan tanah dan pembangunan Gedung Museum Lapangan.

Air terjun Napal Carik
Muara Enim, Tim News Room Kominfo.. Salah satu pesona keindahan alam yang ada di Kabupaten Muara Enim adalah air terjun Napal Carik. Meskipun jalan untuk menujuk ke objek wisata air terjun tersebut pada saat ini mesih sulit untuk ditempuh, tetapi kesulitan dan keletihan yang dirasakan selama perjalanan menuju ke air terjun tersebut akan terbayar dengan keindahannya.

Air terjun Napal Carik tersebut bertempat di desa Muara Emil Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. Untuk menuju ke lokasi tersebut kita harus menggunakan kendaraan roda dua, sebab medan yang akan dilalui merupakan hutan dengan kawasan perbukitan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Sumber Air Panas Gemuhak
Obyek wisata ini terletak di atas puncak Bukit Umang, dekat Desa Penindaian, Kecamatan Semendo, sekitar 70 km dari kabupaten Muara Enim. Di sini terdapat dua sumber air panas yang senantiasa menyemburkan lumpur belerang yang kemudian jatuh ke anak sungai berair panas yang mengalir dari atas bukit. Air sungai yang panas ini memiliki temperatur 96,7 derajat Celcius. Sumber air panas Gemuhak (Geothermal) mempunyai potensi sebagai salah satu asset penting, terutama dengan lingkungan alam hutan lebat yang bersuhu antara 150 – 180 C. Konon katanya air panas tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Danau Segayam
Danau ini terletak sekitar 51 Km dari Palembang, danau segayam merupakan tempat yang baik sekali untuk piknik atau berkemah.
Curup Ayun Ambatan Pulau
Objek wisata ini terletak  kurang lebih 4 km dari air terjun Curup Tenang. Tempat ini sebenarnya adalah aliran sungai Meo yang menyusup di sela-sela batu besar dan menimbulkan suara gemuruh berkepanjangan.

Obyek Wisata Dok Sungai
Dok ini juga berfungsi sebagai tempat merapatnya perahu perahu yang hendak menyusuri sungai. Dengan pemandangan yang bagus dan pinggiran sungai yang landai seperti pantai sangat cocok untuk melakukan wisata rafting (arung jeram) juga untuk melakukan wisata dengan mempergunakan perahu yang dapat disewa dari penduduk setempat. Bagi pasangan yang sedang melakukan bulan madu atau yang ingin bernostalgia tempat ini sangat disarankan

Taman satwa Sriwijaya
Merupakan Taman Satwa satu-satunya yang berada di Kabupaten Muara Enim.Hewan-hewan yang terdapat di Taman Satwa ini antara lain Kanguru Walabi, Kera Putih, Rusa Jawa, Kuda, Kancil, Lutung Sumatera, Kakatua Jambul Jingga, Ayam Hutan Merah, Gelatik, Punai Siam, Ayam Mutiara, Merak Hijau dan masih ada jenis hewan lainnya. Atraksi lainnya yang terdapat di Taman Satwa yaitu pada hari-hari besar dan hari libur sering diadakan Hiburan Musik yang bertujuan untuk menarik minat para pengunjung.

Obyek Wisata Kegiatan Outbond
Dalam kegiatan Outbond para peserta tidak hanya dilibatkan secara fisik,tetapi juga dilibatkan intelektual,emosional dan mentalnya. Parapeserta diajak ke dalam kegiatan permainan yang menyenangkan dan menantang dimana kegiatan permainan tersebut terkandung nilai-nilai yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari - hari. PROGRAM PELATIHAN I IMPACT ( Individual Making Progress Accomplishing Challenges in Team ) Fokus Utama pelatihan adalah penyelarasan visi dan misi pribadi, pemahaman konsep manajerial dalam pengembangan sikap hidup proaktif dan kooperatif, dan pengembangan kemampuan membina hubungan interpersonal dan komunikasi efektif melalui penggalian potensi diri,pengenalan dan pemanfaatan konsep peta kompas pribadi,serta review visi-misi dan landasan budaya/perilaku perusahaan. POKOK - POKOK BAHASAN Peta dan Kompas Konsep kepemimpinan diri dan Manajerial Pedoman pengembangan Potensi dan Perilaku Peserta First Line Manager Jumlah peserta satu regu 12 orang(24 orang/dua regu) Waktu 2 hari 2 malam PROGRAM PELATIHAN II EXCEL (Executive Challenge of Entrepreneurial Leadership) Fokus utama pelatihan adalah pemahaman konsep kepimpinan transformasional,pengelolaan perubahan,pengembangan wawasan entrepreneureship melalui penggalian dan pengembangan kreativitas,pengenalan dan pemanfaatan konsep peta
Dan Masih banyak lagi object wisata yang belum ter explorasi
Nama-nama desa/kelurahan di Kab. Muara Enim

1. Kecamatan Tanjung Agung
- Kelurahan/Desa Bedegung 
- Kelurahan/Desa Embawang 
- Kelurahan/Desa Indramayu 
- Kelurahan/Desa Lambur 
- Kelurahan/Desa Lebak Budi 
- Kelurahan/Desa Lesung Batu 
- Kelurahan/Desa Lubuk Nipis 
- Kelurahan/Desa Matas
- Kelurahan/Desa Muara Emil 
- Kelurahan/Desa Muara Meo 
- Kelurahan/Desa Padang Bindu
- Kelurahan/Desa Paduraksa 
- Kelurahan/Desa Pagar Dewa
- Kelurahan/Desa Pagar Jati 
- Kelurahan/Desa Pandan Dulang 
- Kelurahan/Desa Pandan Enim 
- Kelurahan/Desa Penyandingan
- Kelurahan/Desa Pulau Panggung
- Kelurahan/Desa Seleman
- Kelurahan/Desa Sugih Waras 
- Kelurahan/Desa Suka Raja 
- Kelurahan/Desa Tanjung Agung 
- Kelurahan/Desa Tanjung Baru
- Kelurahan/Desa Tanjung Bulan
- Kelurahan/Desa Tanjung Karangan 
- Kelurahan/Desa Tanjung Lalang 
2. Kecamatan Benakat
- Kelurahan/Desa Betung
- Kelurahan/Desa Hidup Baru
- Kelurahan/Desa Padang Bindu
- Kelurahan/Desa Pagar Dewa
- Kelurahan/Desa Pagar Jati
- Kelurahan/Desa Rami Pasai 
3. Kecamatan Gelumbang
- Kelurahan/Desa Bitis
- Kelurahan/Desa Gaung Telang
- Kelurahan/Desa Gelumbang
- Kelurahan/Desa Gumai
- Kelurahan/Desa Jambu
- Kelurahan/Desa Karang Endah
- Kelurahan/Desa Karang Endah Selatan
- Kelurahan/Desa Kartamulia/Kerta Mulia
- Kelurahan/Desa Melilian/Mililian
- Kelurahan/Desa Midar
- Kelurahan/Desa Payabakal
- Kelurahan/Desa Pedataran
- Kelurahan/Desa Pinang Banjar
- Kelurahan/Desa Putak
- Kelurahan/Desa Sebau
- Kelurahan/Desa Segayam
- Kelurahan/Desa Sigam
- Kelurahan/Desa Suka Jaya
- Kelurahan/Desa Suka Menang
- Kelurahan/Desa Talang Taling )
- Kelurahan/Desa Tambangan Kelekar
- Kelurahan/Desa Teluk Limau 
4. Kecamatan Gunung Megang
- Kelurahan/Desa Bangun Sari
- Kelurahan/Desa Belimbing
- Kelurahan/Desa Berugo
- Kelurahan/Desa Bulang
- Kelurahan/Desa Cinta Kasih
- Kelurahan/Desa Dalam
- Kelurahan/Desa Darmo Kasih
- Kelurahan/Desa Fajar Indah
- Kelurahan/Desa Gunung Megang Dalam
- Kelurahan/Desa Gunung Megang Luar
- Kelurahan/Desa Kayu Ara Sakti
- Kelurahan/Desa Lubuk Mumpo
- Kelurahan/Desa Panang Jaya
- Kelurahan/Desa Penanggiran
- Kelurahan/Desa Perjito
- Kelurahan/Desa Sidomulyo
- Kelurahan/Desa Sumaja Makmur
- Kelurahan/Desa Talang Padang
- Kelurahan/Desa Tanjung
- Kelurahan/Desa Tanjung Muning
- Kelurahan/Desa Tanjung Terang
- Kelurahan/Desa Teluk Lubuk 
5. Kecamatan Kelekar
- Kelurahan/Desa Embacang Kelekar
- Kelurahan/Desa Menanti
- Kelurahan/Desa Menanti Selatan
- Kelurahan/Desa Pelempang
- Kelurahan/Desa Suban Baru
- Kelurahan/Desa Tanjung Medang
- Kelurahan/Desa Teluk Jaya
6. Kecamatan Lawang Kidul
- Kelurahan/Desa Darmo
- Kelurahan/Desa Keban Agung
- Kelurahan/Desa Lingga
- Kelurahan/Desa Tanjung Enim
- Kelurahan/Desa Tanjung Enim Selatan
- Kelurahan/Desa Pasar Tanjung Enim
- Kelurahan/Desa Tegal Rejo
7. Kecamatan Lembak
- Kelurahan/Desa Alai
- Kelurahan/Desa Babat
- Kelurahan/Desa Gaung Asam
- Kelurahan/Desa Ibul
- Kelurahan/Desa Kemang
- Kelurahan/Desa Lembak
- Kelurahan/Desa Lubuk Getam
- Kelurahan/Desa Lubuk Semantung
- Kelurahan/Desa Petanang
- Kelurahan/Desa Sialingan
- Kelurahan/Desa Sungai Duren
- Kelurahan/Desa Talang Balai
- Kelurahan/Desa Talang Nangka
- Kelurahan/Desa Tanjung Baru
- Kelurahan/Desa Tanjung Bunut
- Kelurahan/Desa Tanjung Tiga
- Kelurahan/Desa Tapus
8. Kecamatan Lubai
- Kelurahan/Desa Aur
- Kelurahan/Desa Beringin
- Kelurahan/Desa Gunung Raja
- Kelurahan/Desa Jiwa Baru
- Kelurahan/Desa Karang Agung
- Kelurahan/Desa Karang Mulia
- Kelurahan/Desa Karang Sari
- Kelurahan/Desa Kota Baru
- Kelurahan/Desa Lecah
- Kelurahan/Desa Lubai Makmur
- Kelurahan/Desa Lubai Persada
- Kelurahan/Desa Mekar Jaya
- Kelurahan/Desa Pagar Dewa
- Kelurahan/Desa Pagar Gunung
- Kelurahan/Desa Prabu Menang
- Kelurahan/Desa Suka Merindu
- Kelurahan/Desa Sumber Asri
- Kelurahan/Desa Sumber Mulya
- Kelurahan/Desa Tanjung Kemala 
9. Kecamatan Muara Belida
- Kelurahan/Desa Arisan Musi
- Kelurahan/Desa Arisan Musi Timur
- Kelurahan/Desa Gedung Buruk
- Kelurahan/Desa Harapan Mulya/Mulia
- Kelurahan/Desa Kayu Ara Batu
- Kelurahan/Desa Mulia Abadi
- Kelurahan/Desa Patra Tani
- Kelurahan/Desa Tanjung Baru
10. Kecamatan Muara Enim
- Kelurahan/Desa Air Lintang)
- Kelurahan/Desa Harapan Jaya
- Kelurahan/Desa Karang Raja
- Kelurahan/Desa Kepur
- Kelurahan/Desa Lubuk Empelas
- Kelurahan/Desa Muara Harapan
- Kelurahan/Desa Muara Lawai
- Kelurahan/Desa Pasar I
- Kelurahan/Desa Saka Jaya
- Kelurahan/Desa Tanjung Jati
- Kelurahan/Desa Tanjung Raja
- Kelurahan/Desa Tanjung Serian
- Kelurahan/Desa Muara Enim
- Kelurahan/Desa Tungkal
- Kelurahan/Desa Pasar III
- Kelurahan/Desa Pasar II
11. Kecamatan Penukal / Penukal Abab
- Kelurahan/Desa Air Itam Barat
- Kelurahan/Desa Air Itam Timur
- Kelurahan/Desa Babat
- Kelurahan/Desa Gunung Menang
- Kelurahan/Desa Gunung Raja
- Kelurahan/Desa Mangkunegara
- Kelurahan/Desa Purun
- Kelurahan/Desa Rajajaya
- Kelurahan/Desa Spantan Jaya (Sepantan)
- Kelurahan/Desa Sungai Langan 
12. Kecamatan Penukal Utara
- Kelurahan/Desa Karang Tanding
- Kelurahan/Desa Kota Baru
- Kelurahan/Desa Lubuk Tampui
- Kelurahan/Desa Muara Ikan
- Kelurahan/Desa Prabumenang
- Kelurahan/Desa Sukarami
- Kelurahan/Desa Tambak
- Kelurahan/Desa Tanding Marga
- Kelurahan/Desa Tanjung Baru
- Kelurahan/Desa Tempirai
- Kelurahan/Desa Tempirai Selatan
- Kelurahan/Desa Tempirai Timur
- Kelurahan/Desa Tempirai Utara 
13. Kecamatan Rambang
- Kelurahan/Desa Air Keruh
- Kelurahan/Desa Baru Rambang
- Kelurahan/Desa Kencana Mulia
- Kelurahan/Desa Marga Mulia
- Kelurahan/Desa Negeri Agung
- Kelurahan/Desa Pagar Agung
- Kelurahan/Desa Sugih Waras
- Kelurahan/Desa Sugihan
- Kelurahan/Desa Sukarami
- Kelurahan/Desa Sumber Rahayu
- Kelurahan/Desa Tanjung Dalam
- Kelurahan/Desa Tanjung Raya
14. Kecamatan Rambang Dangku
- Kelurahan/Desa Air Cekdam
- Kelurahan/Desa Air Enau
- Kelurahan/Desa Air Limau
- Kelurahan/Desa Air Talas
- Kelurahan/Desa Aur Duri
- Kelurahan/Desa Banuayu
- Kelurahan/Desa Batu Raja
- Kelurahan/Desa Dangku
- Kelurahan/Desa Gemawang
- Kelurahan/Desa Gerinam
- Kelurahan/Desa Gunung Raja
- Kelurahan/Desa Jemenang
- Kelurahan/Desa Kahuripan Baru
- Kelurahan/Desa Kasih Dewa
- Kelurahan/Desa Kuripan
- Kelurahan/Desa Lubuk Raman
- Kelurahan/Desa Manunggal Jaya
- Kelurahan/Desa Manunggal Makmur
- Kelurahan/Desa Muara Emburung
- Kelurahan/Desa Muara Niru
- Kelurahan/Desa Pangkalan Babat
- Kelurahan/Desa Siku
- Kelurahan/Desa Suban Jeriji
- Kelurahan/Desa Tanjung Menang
- Kelurahan/Desa Tebat Agung
15. Kecamatan Semendo Darat Laut
- Kelurahan/Desa Babatan
- Kelurahan/Desa Karya Nyata
- Kelurahan/Desa Muara Danau
- Kelurahan/Desa Muara Dua
- Kelurahan/Desa Pagar Agung
- Kelurahan/Desa Penindaian
- Kelurahan/Desa Penyandingan
- Kelurahan/Desa Perapau
- Kelurahan/Desa Pulau Panggung
- Kelurahan/Desa Tanah Abang
16. Kecamatan Semendo Darat Tengah :
- Kelurahan/Desa Batu Surau
- Kelurahan/Desa Gunung Agung
- Kelurahan/Desa Kota Agung
- Kelurahan/Desa Kota Padang
- Kelurahan/Desa Muara Tenang
- Kelurahan/Desa Palak Tanah
- Kelurahan/Desa Rekimai Jaya
- Kelurahan/Desa Seri Tanjung
- Kelurahan/Desa Tanjung Raya
- Kelurahan/Desa Tebing Abang
- Kelurahan/Desa Tenam Bungkuk
17. Kecamatan Semendo Darat Ulu
- Kelurahan/Desa Aremantai
- Kelurahan/Desa Cahaya Alam
- Kelurahan/Desa Danau Gerak
- Kelurahan/Desa Datar Lebar
- Kelurahan/Desa Pajar Bulan
- Kelurahan/Desa Pelakat
- Kelurahan/Desa Segamit
- Kelurahan/Desa Siring Agung
- Kelurahan/Desa Tanjung Agung
- Kelurahan/Desa Tanjung Tiga
18. Kecamatan Sungai Rotan
- Kelurahan/Desa Danau Rata
- Kelurahan/Desa Danau Tampang
- Kelurahan/Desa Kasai
- Kelurahan/Desa Modong
- Kelurahan/Desa Muara Lematang
- Kelurahan/Desa Paya Angus
- Kelurahan/Desa Penandingan
- Kelurahan/Desa Petar Dalam
- Kelurahan/Desa Suka Cinta
- Kelurahan/Desa Suka Dana
- Kelurahan/Desa Suka Jadi
- Kelurahan/Desa Suka Maju
- Kelurahan/Desa Suka Merindu
- Kelurahan/Desa Sukarami
- Kelurahan/Desa Sungai Rotan
- Kelurahan/Desa Tanding Marga
- Kelurahan/Desa Tanjung Miring
19. Kecamatan Talang Ubi
- Kelurahan/Desa Talang Ubi Barat
- Kelurahan/Desa Talang Ubi Selatan
- Kelurahan/Desa Talang Ubi Timur
- Kelurahan/Desa Benakat Minyak
- Kelurahan/Desa Benuang
- Kelurahan/Desa Handayani Mulya
- Kelurahan/Desa Kertadewa
- Kelurahan/Desa Panta Dewa
- Kelurahan/Desa Psr.Bayangkara
- Kelurahan/Desa Semangus
- Kelurahan/Desa Sinar Dewa
- Kelurahan/Desa Suka Damai
- Kelurahan/Desa Sukamaju
- Kelurahan/Desa Sungai Baung
- Kelurahan/Desa Sungai Ibul
- Kelurahan/Desa Talang Akar
- Kelurahan/Desa Talang Bulang
- Kelurahan/Desa Talang Ubi Utara
20. Kecamatan Tanah Abang
- Kelurahan/Desa Bumiayu
- Kelurahan/Desa Curup
- Kelurahan/Desa Harapan Jaya
- Kelurahan/Desa Lunas Jaya
- Kelurahan/Desa Modong
- Kelurahan/Desa Muara Sungai
- Kelurahan/Desa Pandan
- Kelurahan/Desa Raja
- Kelurahan/Desa Sedupi
- Kelurahan/Desa Sukaraja
- Kelurahan/Desa Tanah Abang Selatan
- Kelurahan/Desa Tanah Abang Utara
- Kelurahan/Desa Tanjung Dalam 
21. Kecamatan Abab:
- Kelurahan/Desa Betung
- Kelurahan/Desa Betung Barat
- Kelurahan/Desa Karang Agung
- Kelurahan/Desa Pengabuan
- Kelurahan/Desa Perambatan
- Kelurahan/Desa Tanjung Kurung 
22. Kecamatan Ujan Mas
- Kelurahan/Desa Guci
- Kelurahan/Desa Muara Gula Baru
- Kelurahan/Desa Muara Gula Lama
- Kelurahan/Desa Pinang Belarik
- Kelurahan/Desa Tanjung Raman
- Kelurahan/Desa Ujan Mas Baru
- Kelurahan/Desa Ujan Mas Lama
- Kelurahan/Desa Ulak Bandung 

Minggu, 15 September 2013

Adolf Hitler Mati di Indonesia ?

Adolf Hitler



hitler
Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada satupun yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang diktator Nazi ini.
Bagaimanakah sebenarnya akhir dari petualangan Hitler itu? Benarkah Hitler bersama istrinya Eva Braun bunuh diri setelah minum racun sianida?
Lantas bagaimanakah hasil otopsi pihak Amerika ketika tengkorak Hitler dipamerkan pada tahun 2000 lalu, yang ternyata adalah tengkorak wanita? Dimanakah sebenarnya keberadaan Hitler setelah jatuhnya Berlin di tangan sekutu?

Beberapa Versi Tentang Kematiannya

Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat Jerman diduduki oleh Uni Soviet.
Meski sejumlah ahli sejarah ragu Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda Nazi untuk menjadikan Hitler sebagai pahlawan.
Namun, lubang pada potongan tengkorak itu tampak menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 2000. Bagaimana dan kapan Hitler meninggal sekarang ini masih diselimuti misteri.
Dapat dijumpai penjelasan tentang penyebab dan kapan Hitler mati dari beberapa versi. Ada kematian versi Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan.
Versi Jerman – Seperti yang diceritakan oleh Flegel, salah satu perawat Hitler dan petinggi Nazi lainnya saat di dalam bunker.
Versi Rusia - Yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi dinas rahasia Rusia, KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf Hitler mengakhiri hidupnya tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun sianida.
Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov, staf arsip untuk dinas keamanan FSB Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet kala itu telah memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun tewas setelah minim racun sianida pada 30 April 1945.”
Versi para ilmuwan – Terakhir adalah menurut pendapat umum dalam hal ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari luar bunker Hitler oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga tewas setelah minum pil sianida pada 30 April 1945.
Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, “kami tahu tengkorak itu berhubungan dengan seorang perempuan berusia antara 20 dan 40 tahun, kata ahli arkelogi Nick Bellantoni dari Universitas Connecticut, AS, dikutip dari Dailymail.
Tulang itu kelihatan sangat tipis, tulang tengkorak laki-laki cenderung lebih kuat. Dan persambungan di mana lempengan tengkorak itu menyatu tampak berhubungan dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56 tahun.
Dengan adanya hasil tes DNA tersebut, berarti sejarah kematian Hitler menjadi sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus memikirkan kembali kemungkinan-kemungkinan lain tentang kematian Hitler, seperti mungkin saja Hitler tidak mati dalam bunker.

Sekilas Tentang Adolf Hitler

Mengenai masa kecil, masa remaja, sampai dengan ketika menjadi seorang diktator, Hitler kecil adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan menganggap perilakunya yang “antisosial” sebagai sebuah kutukan.
Ayahnya seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat baik kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang memberikan andil besar dalam pembentukan mental dan kejiwaan Hitler saat dewasa.
Ketika hidupnya sulit, Perang Dunia 1 pun pecah. Tanpa ragu-ragu Hitler mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan perang di barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Jerman di Perang Dunia 1, dan melihat negara dan rakyatnya yang sengsara dan kelaparan, Hitler pun masuk menjadi Anggota Partai Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National Socialistische Deutsche Arbeiter Partei).
Tahun 1920, Hitler menjadi Kepala Bagian Propaganda, disinilah terlihat bakat Hitler di bidang pidato dan agitasi. Satu tahun kemudian, 1921, akhirnya Hitler menjadi ketua partai. Akhirnya Hitler mendapatkan wewenang mutlak dari partainya. Dan Hitler adalah seorang orator ulung ”singa podium”, ahli pidato yang bisa menghipnotis massa pendengarnya. Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun pencitraan yang sukses melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang sukses melalui propaganda.
Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil membangun opini sebagai Fuhrer atau pemimpin yang dapat dipercaya rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak kejayaan.

Dr. Poch Yang Misterius

jika saja ada yang rajin menyimpan klipingan artikel harian “Pikiran Rakyat” sekitar tahun 1983,tentu akan menemukan tulisan dokter Sosrohusodo mengenai pengalamannya bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman bernama Poch di pulau Sumbawa Besar pada tahun 1960. Dokter tua itu kebetulan memimpin sebuah rumah sakit besar di pulau tersebut.
Tapi bukan karena mengupas kerja dokter Poch, jika kemudian artikel itu menarik perhatian banyak orang, bahkan komentar sinis dan cacian! Namun kesimpulan akhir artikel itulah yang membuat banyak orang mengerutkan kening. Sebab dengan beraninya Sosro mengatakan bahwa dokter tua asal Jerman yang pernah berbincang-bincang dengannya, tidak lain adalah Adolf Hitler, mantan diktator Jerman yang super terkenal karena telah membawa dunia pada Perang Dunia II !
Beberapa “bukti” diajukannya, antara lain dokter Jerman tersebut cara berjalannya sudah tidak normal lagi, kaki kirinya diseret. Tangan kirinya selalu gemetar. Kumisnya dipotong persis seperti gaya aktor Charlie Chaplin, dengan kepala plontos. Kondisi itu memang menjadi ciri khas Hitler pada masa tuanya, seperti dapat dilihat sendiri pada buku-buku yang menceritakan tentang biografi Adolf Hitler (terutama saat-saat terakhir kejayaannya), atau pengakuan Sturmbannführer Heinz Linge, bekas salah seorang pembantu dekat sang Führer. Dan masih banyak “bukti” lain yang dikemukakan oleh dokter Sosro untuk mendukung dugaannya.
Keyakinan Sosro yang dibangunnya dari sejak tahun 1990-an itu hingga kini tetap tidak berubah. Bahkan ia merasa semakin kuat setelah mendapatkan bukti lain yang mendukung ‘penemuannya’. “Semakin saya ditentang, akan semakin keras saya bekerja untuk menemukan bukti-bukti lain,” kata lelaki yang lahir pada tahun 1929 di Gundih, Jawa Tengah ini ketika ditemui di kediamannya di Bandung.
Andai saja benar dr. Poch dan istrinya adalah Hitler yang tengah melakukan pelarian bersama Eva Braun, maka ketika Sosro berbincang dengannya, pemimpin Nazi itu sudah berusia 71 tahun, sebab sejarah mencatat bahwa Adolf Hitler dilahirkan tanggal 20 April 1889. “Dokter Poch itu amat misterius. Ia tidak memiliki ijazah kedokteran secuilpun, dan sepertinya tidak menguasai masalah medis,” kata Sosro, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sempat bertugas di pulau Sumbawa Besar ketika masih menjadi petugas kapal rumah sakit Hope.
Sebenarnya, tumbuhnya keyakinan pada diri Sosro mengenai Hitler di pulau Sumbawa Besar bersama istrinya Eva Braun, bukanlah suatu kesengajaan. Ketika bertugas di pulau tersebut dan bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman, yang ada pada benak Sosro baru tahap kecurigaan.
 adolf2b1
Pada gambar, terlihat Dr Poch sudah semakin tua, memakai setelan yang agak besar, kemeja putih bertali leher dan berkacamata. Sementara nyonya S mengenakan kebaya putih, berkain batik dan sanggul beruntai bunga yang jatuh di dada kanannya. Tangan kanannya memegang kipas. Gambar mereka diabadikan dalam posisi berdiri.
Meskipun begitu, ia menyimpan beberapa catatan mengenai sejumlah “kunci” yang ternyata banyak membantu. Perhatiannya terhadap literatur tentang Hitler pun menjadi kian besar, dan setiap melihat potret tokoh tersebut, semakin yakin Sosro bahwa dialah orang tua itu, orang tua yang sama yang bertemu dengannya di sebuah pulau kecil d Indonesia (Sumbawa)!
Ketidaksengajaan itu terjadi pada tahun 1960, berarti sudah dua puluh tahun lebih ia meninggalkan pulau Sumbawa Besar.
Suatu saat, seorang keponakannya membawa majalah Zaman edisi no.15 tahun 1980. Di majalah itu terdapat artikel yang ditulis oleh Heinz Linge, bekas pembantu dekat Hitler, yang berjudul “Kisah Nyata Dari Hari-Hari Terakhir Seorang Diktator”, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tri Budi Satria.
Pada halaman 59, Linge mula-mula menceritakan mengenai bunuh diri Hitler dan Eva Braun, serta cara-cara membakar diri yang kurang masuk di akal. Kemudian Linge membeberkan keadaan Hitler pada waktu itu.
“Beberapa alinea dalam tulisan itu membuat jantung saya berdetak keras, seperti menyadarkan saya kembali. Sebab di situ ada ciri-ciri Hitler yang juga saya temukan pada diri si dokter tua Jerman. Apalagi setelah saya membaca buku biografi ‘Hitler’. Semuanya ada kesamaan,” ungkap ayah empat anak ini.
Heinz Linge menulis, “beberapa orang di Jerman mengetahui bahwa Führer sejak saat itu kalau berjalan maka dia menyeret kakinya, yaitu kaki kiri. Penglihatannya pun sudah mulai kurang terang serta rambutnya hampir sama sekali tidak tumbuh… kemudian, ketika perang semakin menghebat dan Jerman mulai terdesak, Hitler menderita kejang urat.”
Linge melanjutkan, “di samping itu, tangan kirinya pun mulai gemetar pada waktu kira-kira pertempuran di Stalingrad (1942-1943) yang tidak membawa keberuntungan bagi bangsa Jerman, dan ia mendapat kesukaran untuk mengatasi tangannya yang gemetar itu.” Pada akhir artikel, Linge menulis, “tetapi aku bersyukur bahwa mayat dan kuburan Hitler tidak pernah ditemukan.”
Lalu Sosro mengenang kembali beberapa dialog dia dengan “Hitler”, saat Sosro berkunjung ke rumah dr. Poch. Saat ditanya tentang pemerintahan Hitler, kata Sosro, dokter tua itu memujinya. Demikian pula dia menganggap bahwa tidak ada apa-apa di kamp Auschwitz, tempat ‘pembantaian’ (Holocaust) orang-orang Yahudi yang terkenal karena banyak film propaganda Amerika yang menyebutkannya.
Ahli politik Jepang, Richard Koshimizu, yang telah mendirikan partai politik bernama “”Independence Party”.RICHARD KOSHIMIZU
Koshimizu mempunyai sebuah situs web di mana dia menyatakan bahwa tidak ada satupun orang Yahudi yang dibunuh pada peristiwa Holocaust saat Perang Dunia II, dan bahwa Hitler dibiayai dan dilindungi oleh organisasi Yahudi.
Menurut beliau, Adolf Hitler adalah cucu dari Salomon Meyer Rothschild, dan diktator dari Nazi ini dibiayai oleh Rothschild dan organisasi Yahudi lainnya. Koshimizu menulis bahwa Hitler melarikan diri ke Indonesia pada akhir peperangan — setelah dia melihat bahwa tujuan zionis mendirikan negara Yahudi (Israel) telah berhasil. Dia tinggal di Indonesia, dilindungi oleh masyarakat Yahudi di sana.
“Ketika saya tanya tentang kematian Hitler, dia menjawab bahwa dia tidak tahu sebab pada waktu itu seluruh kota Berlin dalam keadaan kacau balau, dan setiap orang berusaha untuk lari menyelamatkan diri masing-masing,” tutur Sosrohusodo.
Di sela-sela obrolan, dr. Poch mengeluh tentang tangannya yang gemetar. Kemudian Sosro memeriksa saraf ulnarisnya. Ternyata tidak ada kelainan, demikian pula tenggorokannya. Ketika itu, ia berkesimpulan bahwa kemungkinan “Hitler” hanya menderita parkisonisme saja, melihat usianya yang sudah lanjut.
Yang membuat Sosro terkejut, dugaannya bahwa sang dokter mungkin terkena trauma psikis ternyata diiyakan oleh dr. Poch! Ketika disusul dengan pertanyaan sejak kapan penyakit itu bersarang, Poch malah bertanya kepada istrinya dalam bahasa Jerman.
“Itu kan terjadi sewaktu tentara Jerman kalah perang di Moskow. Ketika itu Goebbels memberi tahu kamu, dan kamu memukul-mukul meja,” ucap istrinya seperti ditirukan oleh Sosro. Apakah yang dimaksud dengan Goebbels adalah Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Jerman yang terkenal setia dan dekat dengan Hitler? Istrinya juga beberapa kali memanggil dr. Poch dengan sebutan “Dolf”, yang mungkin merupakan kependekan dari Adolf!
Setelah memperoleh cemoohan sana-sini sehubungan dengan artikelnya, tekad Sosrohusodo untuk menuntaskan masalah ini semakin menggebu. Ia mengaku bahwa kemudian memperoleh informasi dari pulau Sumbawa Besar bahwa Poch sudah meninggal di Surabaya. Beberapa waktu sebelum meninggal, istrinya pulang ke Jerman. Poch sendiri konon menikah lagi dengan nyonya S, wanita Sunda asal Bandung, karyawan di kantor pemerintahan di pulau Sumbawa Besar!
adolf2b2
Dr. Poch dan Nyonya S duduk di kursi. Sementara di belakang mereka berdiri tiga lelaki muda. Menjelang pernikahan itulah, dikatakan Dr. Poch menjadi seorang Muslim. Dr Poch kemudian mengganti namanya dengan nama Abdul Kohar. Mereka kemudian pindah ke Surabaya.
Untuk menemukan alamat nyonya S yang sudah kembali lagi ke Bandung, Sosro mengakui bukanlah hal yang mudah. Namun akhirnya ada juga orang yang memberitahu. Ternyata, ia tinggal di kawasan Babakan Ciamis! Semula nyonya S tidak begitu terbuka tentang persoalan ini. Namun karena terus dibujuk, sedikit demi sedikit mau juga nyonya S berterus terang.
Begitu juga dengan dokumen-dokumen tertulis peninggalan suaminya kemudian diserahkan kepada Sosrohusodo, termasuk foto saat pernikahan mereka, plus rebewes (SIM) milik dr. Poch yang ada cap jempolnya. Dari nyonya S diketahui bahwa dr. Poch meninggal tanggal 15 Januari 1970 pukul 19.30 pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya akibat serangan jantung. Keesokan harinya dia dimakamkan di desa Ngagel.
 makan-dr-poch-di-surabaya
Namun nama barunya sebagai seorang mualaf itu seakan tidak digunakan. Hal itu bisa dilihat pada makam Dr Poch di Pemakaman Umum Muslim Ngagel UtaraJalan Bung TomoSurabaya. Pada batu nisannya, tertulis nama G. A. Poch. Belakangan ini barulah saya (penulis buku “Hitler Mati Di Indonesia”) tahu bahwa G.A. adalah singkatan dari Georg (tanpa huruf  ’e’) Anton.
Bukan tidak mungkin Hitler mati di Indonesia. Karena Indonesia dianggap tempat yang aman, bagi Hitler. Silahkan siapa pun untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya. (Ir KGPH Soeryo Goeritno, Msc.,Penulis Buku)
Dalam salah satu dokumen tertulis, diakuinya bahwa ada yang amat menarik dan mendukung keyakinannya selama ini. Pada buku catatan ukuran saku yang sudah lusuh itu, terdapat alamat ratusan orang-orang asing yang tinggal di berbagai negara di dunia, juga coretan-coretan yang sulit dibaca. Di bagian lainnya, terdapat tulisan steno. Semuanya berbahasa Jerman. Meskipun tidak ada nama yang menunjukkan kepemilikan, tapi diyakini kalau buku itu milik suami nyonya S.
Di sampul dalam terdapat kode J.R. KepaD no.35637 dan 35638, dengan masing-masing nomor itu ditandai dengan lambang biologis laki-laki dan wanita. “Jadi kemungkinan besar, buku itu milik kedua orang tersebut, yang saya yakini sebagai Hitler dan Eva Braun,” tegasnya dengan suara yang agak parau.
Negara yang tertulis pada alamat ratusan orang itu antara lain Pakistan, Tibet, Argentina, Afrika Selatan, dan Italia. Salah satu halamannya ada tulisan yang kalau diterjemahkan berarti : Organisasi Pelarian. Tuan Oppenheim pengganti nyonya Krüger. Roma, Jl. Sardegna 79a/1. Ongkos-ongkos untuk perjalanan ke Amerika Selatan (Argentina).
Lalu, ada pula satu nama dalam buku saku tersebut yang sering disebut-sebut dalam sejarah pelarian orang-orang Nazi, yaitu Prof. Dr. Draganowitch, atau ditulis pula Draganovic. Di bawah nama Draganovic tertulis Delegation Argentina da imigration Europa – Genua val albaro 38. secara terpisah di bawahnya lagi tertera tulisan Vatikan. Di halaman lain disebutkan, Draganovic Kroasia, Roma via Tomacelli 132.
Majalah Intisari terbitan bulan Oktober 1983, ketika membahas Klaus Barbie alias Klaus Altmann bekas polisi rahasia Jerman zaman Nazi, menyebutkan alamat tentang Val Albaro. Disebutkan pula bahwa Draganovic memang memiliki hubungan dekat dengan Vatikan Roma. Profesor inilah yang membantu pelarian Klaus Barbie dari Jerman ke Argentina. Pada tahun 1983 Klaus diekstradisi dari Bolivia ke Prancis, negara yang menjatuhkan hukuman mati terhadapnya pada tahun 1947.
“Masih banyak alamat dalam buku ini, yang belum seluruhnya saya ketahui relevansinya dengan gerakan Nazi. Saya juga sangat berhati-hati tentang hal ini, sebab menyangkut negara-negara lain. Saya masih harus bekerja keras menemukan semuanya. Saya yakin kalau nama-nama yang tertera dalam buku kecil ini adalah para pelarian Nazi!” tandasnya.
Mengenai tulisan steno, diakuinya kalau ia menghadapi kesulitan dalam menterjemahkannya ke dalam bahasa atau tulisan biasa. Ketika meminta bantuan ke penerbit buku steno di Jerman, diperoleh jawaban bahwa steno yang dilampirkan dalam surat itu adalah steno Jerman “kuno” sistem Gabelsberger dan sudah lebih dari 60 tahun tidak digunakan lagi sehingga sulit untuk diterjemahkan.
Tetapi penerbit berjanji akan mencarikan orang yang ahli pada steno Gabelsberger. Beberapa waktu lamanya, datang jawaban dari Jerman dengan terjemahan steno ke dalam bahasa Jerman. Sosrohusodo menterjemahkannya kembali ke dalam bahasa Indonesia. Judul catatan dalam bentuk steno itu, kurang lebih berarti “keterangan singkat tentang pengejaran perorangan oleh Sekutu dan penguasa setempat pada tahun 1946 di Salzburg”. Kota ini terdapat di Austria.
Di dalamnya berkisah tentang “kami berdua, istri saya dan saya pada tahun 1945 di Salzburg”. Tidak disebutkan siapakah ‘kami berdua’ di situ. Dua insan tersebut, kata catatan itu, dikejar-kejar antara lain oleh CIC (dinas rahasia Amerika Serikat). Pada pokoknya, menggambarkan penderitaan sepasang manusia yang dikejar-kejar oleh pihak keamanan.
Di dalamnya juga terdapat singkatan-singkatan yang ditulis oleh huruf besar, yang kalau diurut akan menunjukkan rute pelarian keduanya, yaitu B, S, G, J, B, S, R. “Cara menyingkat seperti ini merupakan kebiasaan Hitler dalam membuat catatan, seperti yang pernah saya baca dalam literatur yang lainnya,” Sosrohusodo memberikan alasan.
Dari singkatan-singkatan itu, lalu Sosro mencoba untuk mengartikannya, yang kemudian dikaitkan dengan rute pelarian. Pelarian dimulai dari B yang berarti Berlin, lalu S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Beograd), S (Sarajevo) dan R (Roma). Tentang Roma, Sosro menjelaskan bahwa itu adalah kota terakhir di Eropa yang menjadi tempat pelariannya. Setelah itu mereka keluar dari benua tersebut menuju ke suatu tempat, yang tidak lain tidak bukan adalah pulau Sumbawa Besar di Nusantara tercinta!
Ia mengutip salah satu tulisan dalam steno tadi : “Pada hari pertama di bulan Desember, kami harus pergi ke R untuk menerima suatu surat paspor, dan kemudian kami berhasil meninggalkan Eropa”. Ini, kata Sosro, sesuai dengan data pada paspor dr. Poch yang menyebutkan bahwa paspor bernomor 2624/51 diberikan di Rom (tanpa huruf akhir A)”. Di buku catatan berisi ratusan alamat itu, nama Dragonic dikaitkan dengan Roma, begitulah Sosro memberikan alasan lainnya.
Lalu mengenai Berlin dan Salzburg, diterangkannya dengan mengutip majalah Zaman edisi 14 Mei 1984. Dikatakan bahwa sejarah telah mencatat peristiwa jatuhnya pesawat yang membawa surat-surat rahasia Hitler yang jatuh di sekitar Jerman Timur pada tahun 1945. “Ini juga menunjukkan rute pelarian mereka,” katanya lagi.
Lalu bagaimana komentar nyonya S yang disebut-sebut Sosro sebagai istri kedua dr. Poch? Konon ia pernah berterus terang kepada Sosro. Suatu hari suaminya mencukur kumis mirip kumis Hitler, kemudian nyonya S mempertanyakannya, yang kemudian diiyakan bahwa dirinya adalah Hitler. “Tapi jangan bilang sama siapa-siapa,” begitu Sosro mengutip ucapan nyonya S.
Membaca dan menyimak ulasan dr. Sosrohusodo, sekilas seperti ada saling kait mengkait antara satu dengan yang lainnya. Namun masih banyak pertanyaan yang harus diajukan kepada Sosro, dengan tidak bermaksud meremehkan pendapat pribadinya berkaitan dengan Hitler, sebab mengemukakan pendapat adalah hak setiap warga negara.
Bahkan Sosrohusodo sudah membuat semacam diktat yang memaparkan pendapatnya tentang Hitler, dilengkapi dengan sejumlah foto yang didapatnya dari nyonya S. Selain itu, isinya juga mengisahkan tentang pengalaman sejak dia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga bertugas di Bima, Kupang, dan Sumbawa Besar. Ia juga telah mengajukan hasil karyanya ke berbagai pihak, namun belum ada tanggapan. “Padahal tidak ada maksud apa-apa di balik kerja saya ini, hanya ingin menunjukkan bahwa Hitler mati di Indonesia,” katanya mantap.
Bukan hanya Sosro yang mempunyai teori tentang pelarian Hitler dari Jerman ke tempat lain, tapi beberapa orang di dunia ini pernah mengungkapkannya dalam media massa. Peluang untuk berteori seperti itu memang ada, sebab ketika pemimpin Nazi tersebut diduga mati bersama Eva Braun tahun 1945, tidak ditemukan bukti utama berupa jenazah!
Adalah tugas para pakar dalam bidang ini untuk mencoba mengungkap segala sesuatunya, termasuk keabsahan dokumen yang dimiliki oleh Sosrohusodo, nyonya S, atau makam di Ngagel yang disebut sebagai tempat bersemayamnya dr. Poch.
Mungkin para ahli forensik dapat menjelaskannya lewat penelitian terhadap tulang-tulang jenazahnya. Semua itu tentu berpulang pada kemauan baik semua pihak untuk meluruskan sejarah yang sebenarnya.
[Dari berbagai sumber
]